RSS

Pemimpin Dalam Perspektif Islam

04 Mei

Dalam perspektif Islam kepemimpinan adalah sebuah amanah dan seorang pemimpin adalah pemegang amanah . Amanah mengandung makna yang sangat dalam yang perlu direfleksikan dan diserasikan antara ucapan dan perbuatan , etika dan tanggung jawab .

Dalam kitab suci Al Quran bagaimana ekspresi dan sifat kepemimpinan digambarkan antara lain :

1) Seorang pemimpin harus bersifat lemah lembut dan demokratis tanpa harus menonjolkan ego kepemimpinannya seperti firman Allah dalan Surat Ali Imran ayat 159 yang artinya : Maka karena rahmat Allah (kepemimpinan Muhammad SAW) bersikaplah lemah lembut maka jika kamu bersikap keras hati ( ego) maka orang disekeliling kamu akan meninggalkanmu.

Lemah lembut dalam arti luas baik dari segi tata bicara maupun dalam arti mengerti apa yang dirasakan oleh rakyatnya (kepentingan rakyatnya). Jangan keras hati artinya menonjolkan ego kepemimpinannya (kekuasaannya).

2) Seorang pemimpin harus pekerja keras sebagaimana diamanhkan Allah dalam firmannya : Bekerjalah kamu , maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat (menikmati) hasil pekerjaanmu dan kami akan dikembalikan kepada Allah dan melihat apa yang kamu kerjakan ( Surat At Taubah 105) .

3) Seorang pemimpin harus selalu berada dihati rakyatnya . Rasulullah pernah mengingatkan kepada para sahabatnya apabila ada yang bertanya tentang aku maka katakanlah : aku sberada diantara orang yang lemah (rakyat) kalau ada yang bertanya lagi katakana bahwa aku berada diantara anak muda , kalau bertanya lagi katakanlah aku berada diantara orang miskin.

Inti dari ucapan Rasulullah tersbut bahwa seorang pemimpin harus bersifa inklusif bukan eksklusif, selalu berada dihati rakyatnya . Berada ditengah-tengah rakyatnya apalagi yang sedang terkena bencana . Seorang pemimpin harus bersifat universal tanpa membeda bedakan suku agama, minoritas dan mayoritas , sehingga seorang pemimpin harus menjadi pelindung dan pengayom seluruh rakyatnya .

4) Seorang pemimpin harus rendah hati – tidak sombong , karena Allah paling tidak suka kepada orang yang sombong . 5) Seorang pemimpin harus mengedepankan takwa , karena pemimpin adalah figure(teladan) bagi rakyatnya . Dengan takwa seorang pemimpin akan mampu menghindari korupsi dan kolusi.

Kepemimpinan yang demikian itulah yang sangat didambakan oleh bangsa Indonesia yang majemuk sehingga tercipta negeri yang madani . Dan ingatlah pesan Rasulullah : bahwa setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT . Dan ingatlah firman Allah : bahwa kemarahan Allah sangat besar andaikata manusia/ pemimpin hanya pandai mengatakan / berjanji tetapi tidak diperbuatnya apa yang telah dikatakan/dijanjikan tersebut.

Umar bin Khattab selalu melihat rakyatnya apakah masih ada rakyatnya yang kekurangan makanan atau tidak, jika masih ada maka segeralah diantar bahan makanan kepada rakyatnya tersebut.

Yang ada sekarang para pemimpin bagaimana mengembalikan modal yang dipakai ketika menmgantarkan menjadi pemimpin. Mau kemanakah negeri tercinta kita ini kalau para pemimpin sudah seperti itu. Jangan-jangan rakyat Indonesia seperti diibaratkan anak ayam mati di lumbung padai . Negeri kita kaya tapi rakyat miskin. Para pemimpin kaya-kaya tetapi rakayat hidup dikolong jembatan dinegeri orang . Tidakkah para pemimpin kita malu?

Subhanallah, kapankah negeri kita Indonesia memiliki pemimpin yang demikian ????? . Wallahu alam.( ummatonline.net)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 4, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: